gejala awal asam lambung

gejala awal asam lambung

Gejala awal asam lambung  adalah tanda utama dari asam lambung  adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. gejala sakit lambung  ini dapat disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya, seperti sering bersendawa, serta mual dan muntah.

Komplikasi Penyakit Asam Lambung 

Penanganan penyakit asam lambung yang tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berupa peradangan pada saluran kerongkongan atau esofagus. Peradangan tersebut dapat menyebabkan munculnya luka hingga jaringan parut di kerongkongan, sehingga penderita jadi sulit menelan.

Kondisi  ini juga dapat memicu terjadinya esofagus Barrett, yaitu penyakit yang berisiko menimbulkan kanker esofagus.

Pencegahan Asam Lambung

Untuk pencegahannya, Anda bisa mengonsumsi sayuran ataupun buah buahan yang bisa menurunkan kadar asam lambung, atau Anda bisa mencoba dengan beberapa bahan berikut ini:

1. Teh chamomile atau adas

Teh herbal ini dianggap sebagai teh terbaik yang digunakan melawan melawan asam lambung. Bahan ini membantu menenangkan asam lambung dan produksi lebih banyak asam. Cara terbaik untuk mencerna jenis teh ini adalah dengan menghirupnya perlahan-lahan setelah mereka sedikit mendingin – jangan minum teh yang terlalu panas, karena ini dapat memicu produksi asam lebih banyak, tetapi minum teh sebelum terlalu dingin.

Baca Juga :

cara mengurangi asam lambung

 

2. Jahe

Rempah yang satu ini dianggap sebagai ramuan obat untuk meningkatkan berbagai jenis kondisi. Juga dapat dikonsumsi dalam bentuk manisan untuk membantu menenangkan asam lambung yang menciptakan sakit perut atau masalah pencernaan lainnya. Anda juga bisa menambahkan manisan jahe di dalam teh dan biarkan meresap ke dalam cairan sebelum mengonsumsinya.

3. Produk apel

Baik apel dan cuka sari apel secara luas dianggap sebagai pengobatan asam lambung yang efektif. Meskipun apel bersifat asam, bahan ini mengandung asam dan enzim yang membantu menetralisir asam lambung di dalam tubuh Anda. Untuk hasil terbaik, gunakan produk apel organik – ini membantu menghindari berbagai pestisida dan bahan kimia lain yang dapat memperburuk asam lambung.

Tanda Penyakit Asam Lambung

Berikut penjelasan ciri-ciri penderita asam lambung yang perlu Anda ketahui:

1. Produksi air liur berlebih dan mulut terasa pahit

Ini merupakan gejala awal asam lambung. Air liur terus diproduksi karena berusaha menetralisir asam lambung yang naik ke tenggorokan.

2. Kehilangan nafsu makan

Kehilangan selera makan biasanya disertai dengan perasaan penuh pada perut atau kembung.

3. Mual dan muntah

Terjadi akibat impuls dari otak bawah yang berhubungan dengan saraf rasa sakit dan iritasi dari traktus gastrointestinal.

4. Perut kembung

Hal ini diakibatkan kadar asam yang ada di dalam lambung sangatlah tinggi dan kurangnya enzim pada alat pencernaan, yang menyebabkan perut terasa kembung.

Baca Juga :

cara menetralisir asam lambung

5. Susah buang air besar

Susah BAB diakibatkan pola makan yang tidak teratur dan adanya gangguan pada pencernaan termasuk pada saluran pembuangan akhir seperti rektum dan anus.

Bagi Anda yang sudah merasakan gejala atau ciri-ciri penyakit asam lambung di atas, sebaiknya lakukan pengobatan sejak dini agar terhindar dari penyakit yang lebih parah lagi.

Sementara gejala asam lambung naik secara umum adalah:

Sakit seperti terbakar atau ketidaknyamanan yang mungkin bergerak dari perut ke dada, atau bahkan sampai ke tenggorokan.
Regurgitasi: Membantu asam atau asam pahit ke tenggorokan atau mulut.
Apabila terjadi peningkatan asam lambung yang memiliki sifat asam yang korosif atau mengikis pada dinding lambung maka lama-kelamaan akan menyebabkan terjadinya peradangan, iritasi, dan luka pada dinding lambung.

Apabila kondisi lambung tersebut tidak segera diatasi hingga pulih, maka lama-kelamaan akan membuat penyakit asam lambung menjadi kronis dan bahkan dapat menyebabkan kanker lambung atau kanker pencernaan.

Penyakit asam lambung tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak dan juga ibu hamil.

Jika penyakit asam lambung sudah mulai menyerang, Anda harus bisa memilih makanan yang diperbolehkan dan menjauhi pantangan. Segeralah melakukan pengobatan agar tidak menjadi penyakit yang lebih parah lagi seperti kanker lambung.

Selain rasa asam di belakang mulut dan heartburn, penyakit asam lambung atau GERD juga ditandai dengan:

  • Perasaan ada yang mengganjal di kerongkongan, terutama saat menelan.
  • Sering bersendawa dan suara menjadi serak.
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang dan sakit saat menelan.
  • Mual dan muntah.
  • Bau mulut.
  • Batuk kronis tanpa dahak, terutama di malam hari.
  • Gejala asam lambung naik atau refluks asam lambung lebih sering terjadi di malam hari, sehingga menimbulkan gangguan tidur. Penyakit GERD juga dapat mencetuskan gejala asma dan menimbulkan peradangan pada saluran pita suara (laringitis).

Jadi, ingatlah tanda-tanda asam lambung di atas dan silakan mencoba tips mencegah asam lambung, Teman Sehat!

Refrensi Artikel :

https://www.alodoktercom/penyakit-asam-lambung/gejala

https://www.alodoktercom/penyakit-asam-lambung

https://doktersehatcom/asam-lambung-tinggi-penyebab-gejala-bahaya-dan-pengobatannya/

 

terapi asam lambung yang baik

terapi asam lambung yang baik

terapi asam lambung yang baik

terapi asam lambung yang baik yang baik apa anda sering merasa nyeri pada ulu hati atau merasakan sensasi panas di dada sampai ke tenggorokan? Jika iya,terapi asam lambung yang baik  Anda mungkin memiliki gangguan pencernaan yang dikenal dengan nama GERD. GERD mirip dengan refluks asam lambung. Namun meski sama-sama bikin asam lambung naik, refluks asam lambung dan GERD tidaklah sama.

Sakit asam lambung akibat GERD bersifat kronis dan biasanya terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu dan bisa kambuh sewaktu-waktu. Simak ulasan lengkap tentang penyakit GERD termasuk gejala, penyebab dan pilihan obat asam lambung terbaik, beserta cara mencegah dan meredakan asam lambung di kemudian hari.

Penyebab pasti melemahnya katup antara kerongkongan bagian bawah dengan lambung belum diketahui secara jelas, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena GERD, di antaranya:

  • Kondisi medis tertentu, seperti esofagitis (radang esofagus), gastritis (peradangan pada dinding lambung), dan gastroparesis (perlambatan gerakan lambung).
  • Kelainan bawaan pada lambung, seperti hernia hiatus dan gastroschisis.
  • Kelebihan berat badan ataupun obesitas.
  • Infeksi bakteri H. pylori.
  • Merokok
  • Efek samping obat tertentu, seperti aspirin.
  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu, seperti makanan berlemak, coklat, kopi, dan alkohol dalam jumlah banyak.

Jaga pola makan

 

Bagaimanapun, makanan menjadi sumber penyebab asam lambung yang cukup besar karena berdampak yang langsung terjadi pada lambung dan bagian perut lain terutama usus.

Oleh karenanya, seseorang harus mengatur pola waktu makan dan porsi yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, ada berbagai jenis makanan pantangan asam lambung yang harus dihindari untuk orang dengan riwayat asam lambung tinggi.

Makanan berkarbonasi

Selain jenis makanan itu, ada baiknya tidak makan berlebihan dalam sekali waktu. Hindari minuman dingin setelah konsumsi makan yang mengandung karbohidrat. Jika sedang diet, maka konsumsi makanan yang mengandung nutrisi seimbang untuk tubuh dan hindari diet yang tidak sehat.

Patut diketahui bahwa asam lambung yang menyebabkan perut atau bagian lambung menjadi kurang nyaman bisa menyebabkan gangguan penyakit pada lambung seperti maag, tukak lambung atau kanker.

Mengubah Gaya Hidup

Mengobati asam lambung tidak lepas dari usaha untuk memperbaiki pola hidup, antara lain dengan:

  • Tidak melakukan gerakan yang mungkin menekan perut
    Tentu saja Anda tetap harus berolahraga agar selalu sehat. Namun, hindari melakukan gerakan yang mungkin memberi tekanan pada lambung, misalnya melompat atau bergoyang-goyang. Waktu olahraga pun harus diperhatikan, jangan melakukannya ketika baru selesai makan. Berikan jeda waktu sekitar 2-4 jam setelah selesai makan.
  • Tidur yang cukup
    Refluks asam lambung dapat terpicu apabila tubuh Anda memproduksi hormon stres akibat kurang tidur. Jangan abaikan kondisi ini karena bisa menimbulkan komplikasi, menyebabkan penyakit menjadi kronis, dan akhirnya dapat menurunkan kualitas serta angka harapan hidup. Perbaiki pola tidur Anda agar waktu tidur dapat tercukupi.

Baca Juga :

cara mengobati sakit maag dengan cepat

 

  • Tidur dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi
    Yang harus dilakukan adalah menaikkan posisi tubuh bagian atas agar lebih tinggi dari tubuh bagian bawah. Tubuh bagian atas yang butuh ditinggikan adalah pinggang ke atas. Jika hanya menambahkan bantal di belakang kepala, biasanya tidak efektif.
  • Menghindari makanan pemicu dan mengatur porsi makan
    GERD dapat dipicu oleh makanan yang mengandung banyak lemak. Makanan berlemak dicerna lebih lama oleh tubuh sehingga lambung memproduksi asam lambung lebih banyak dan berisiko naik ke kerongkongan. Selain itu, hindari kopi, coklat, alkohol, dan makanan pedas karena berisiko membuat katup kerongkongan bagian bawah menjadi rileks sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, usahakan makan dengan porsi kecil namun sering dan kunyah perlahan-lahan.
  • Hindari kebiasaan yang tidak sehat
    Merokok dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan tersebut guna mencegah munculnya penyakit asam lambung. Beri jeda waktu setidaknya 3 jam untuk berbaring setelah makan.
  • Tidak memakai pakaian yang ketat di bagian perut
    Hindari mengenakan pakaian yang ketat di bagian perut, karena dapat menekan lambung sehingga menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan dan muntah. Agar lebih aman, gunakanlah pakaian yang longgar.

 

Refernsi artikel :

https://www.alodoktercom/cara-mengobati-asam-lambung-di-rumah

https://hellosehatcom/pusat-kesehatan/maag-asam-lambung/obat-asam-lambung-gaya-hidup/

https://www.alodoktercom/penyakit-asam-lambung/pengobatan

Gejala Asam Lambung Naik


Bagi kebanyakan orang, gejala asam lambung naik sangat mudah dirasakan sesaat setelah makan makanan asam atau pedas. Misalnya saja merasa mulas dan sensasi terbakar di tenggorokan saat asam lambung naik. Nah, ternyata beberapa orang lainnya justru tidak merasakan gejala apapun walaupun sebenarnya mereka sedang terkena refluks asam lambung. Nah, kondisi ini disebut dengan refluks laringofaring atau silent reflux. Lantas, apa saja gejala asam lambung yang sering tidak disadari? Berikut penjelasannya.

Apa itu refluks laringofaring atau silent reflux?

Ketahui gejala asam lambung naik, Refluks laringofaring (LPR) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan jatuh di kotak suara. Hal ini terjadi karena sfingter (katup) esofagus melemah atau rusak sehingga tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, tenggorokan, kotak suara, bahkan juga ke bagian belakang hidung.

LPR disebut juga dengan silent reflux atau refluks asam lambung diam-diam (tersembunyi). Pasalnya, gejala LPR hampir mirip seperti gejala asam lambung (GERD), tapi cenderung tidak menyebabkan rasa mulas maupun sensasi perih terbakar di dada (heartburn) dan tenggorokan. Ini sebabnya, refluks laringofaring sering kali disalahartikan dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Baik wanita maupun pria dari segala usia dapat mengalami refluks laringofaring, bahkan bayi dan anak-anak sekalipun. Namun, risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  1. Pola hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol
  2. Sfingter esofagus rusak atau tidak berfungsi dan refleks lambung berjalan lambat
  3. Kelebihan berat badan
  4. kahamilan

Dilansir dari Medical News Today, sekitar 50 persen orang yang terkena penyakit maag berawal dari gejala asam lambung tersembunyi ini. Sekecil apa pun jumlah asam lambung yang naik ke kerongkongan, lapisan tenggorokan dan kotak suara Anda dapat dengan mudah teriritasi. Karena itulah, Anda perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Seperti apa gejala asam lambung yang datang diam-diam?

Sama seperti namanya, refluks laringofaring atau LPR hanya menunjukkan beberapa gejala asam lambung dan cenderung samar-samar. Gejala LPR yang terjadi pada orang dewasa di antaranya adalah:

  1. Rasa pahit ditenggorokan
  2. Sakit tenggorokan atau sensasi terbakar ditenggorokan
  3. Sulit menelan, rasa seperti ada yang tersangkut ditenggorokan
  4. Suara serak
  5. Sering batuk
  6. Postnasal drip kronis, kodisi ketika lendir terlalu banyak dihidung dan tenggorokan
  7. Asma

Sementara itu, gejala LPR pada bayi dan anak-anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Hanya saja, bayi dan anak-anak yang mengalami LPR cenderung merasakan muntah-muntah, sulit menyusui, dan sulit menaikkan berat badan.

Bila Anda mencurigai satu atau dua gejala asam lambung tersembunyi tersebut, segera temui dokter. Sebab jika dibiarkan, asam lambung yang naik akan semakin mengiritasi lapisan kerongkongan, tenggorokan, hingga pita suara Anda. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut, asma, emfisema, bronkitis, hingga kanker.

Obat untuk menagatasi gejala asam lambung naik

Obat asam lambung sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu obat tanpa resep dan obat yang memerlukan resep khusus dari dokter. Meski begitu, baik obat dengan resep maupun yang tidak dengan resep, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mendapatkan obat asam lambung terbaik sesuai dengan kondisi Anda. Hindari minum obat-obatan ini di luar dari anjuran yang diberikan.

Baca juga : Cara menetralisir asam lambung.

Obat asam lambung yang dijual bebas

Jenis obat-obatan ini biasanya dapat Anda temukan dengan mudah di apotek, toko obat, atau bahkan di warung tanpa harus menebus resep dokter. Secara umum, ada tiga jenis obat bebas yang untuk mengatasi asam lambung, di antaranya:

  1. Antasida

    Beberapa antasida mengandung simetikon, yaitu suatu bahan yang membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh. Contoh obat antasida adalah Mylanta®, Malox®, Rolaids®, Gaviscon®, Gelusil®, dan Tums®.

  2. H-2 receptor blockers

    Histamin-2 (H-2) receptor blockers digunakan untuk mengurangi produksi asam di lambung. Contoh obat jenis ini adalah cimetidine (Tagamet®), nizatidine (Axid AR®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®). Efek H2 receptor blockers tidak secepat antasida tapi obat ini dapat menurunkan produksi asam di lambung hingga 12 jam.

  3. Proton pump inhibitors (PPIs)

    Proton pump inhibitors (PPIs) adalah salah satu obat bebas yang lebih kuat mengatasi asam lambung ketimbang antasida dan H2 receptor blockers. Contoh obat jenis ini adalah omeprazole (Prilosec®) dan lansoprazole(Prevacid 24 HR®).

Ingat, selalu baca petunjuk cara pakai obat asam lambung yang tertera di label informasi produk. Bacalah dengan teliti berapa dosis yang Anda butuhkan dan interaksi apa saja yang mungkin terjadi dari penggunaan obat tersebut. Bila kondisi Anda tidak mengalami perubahan setelah dua minggu mengonsumsi obat bebas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Obat asam lambung yang perlu resep dokter

Jika kondis Anda tidak juga kunjung membaik dengan obat bebas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih manjur untuk mengatasi asam lambung Anda. Obat asam lambung dari dokter biasanya tak jauh berbeda dengan obat yang dijual di pasaran, kecuali obat yang membutuhkan dosis yang lebih tinggi. Contoh obat asam lambung yang memerlukan resep dokter adalah sebagai berikut:

  1. H-2 receptor blockers dengan resep

    H-2 receptor blockers yang menggunakan resep umumnya dapat meredakan mulas dan mengobati refluks. Contoh obat ini adalah famotidine (Pepcid®), nizatidine (Axid®), cimetidine (Tagamet HB200®), dan ranitidine (Zantac®).

  2. Proton pump inhibitors (PPIs) dengan resep

    Obat ini paling baik dikonsumsi satu jam sebelum makan. Contoh obat proton pump inhibitors yang perlu resep dokter adalah esomeprazole (Nexium®), lansoprazole (Prevacid®), omeprazole (Prilosec, Zegerid®), pantoprazole (Protonix®), rabeprazole (Aciphex®), dan dexlansoprazole (Dexilant®).

  3. Obat penguat sfingter esofagus bagian bawah

    Baclofen (Lioresal®) adalah peregang otot dan obat antispastik yang digunakan untuk memperkuat sfingter esofagus bagian bawah. Namun, efek samping bacoflen dapat menyebabkan kelelahan atau mual.

Jika Anda masih sakit asam lambung meski sudah melakukan pengobatan seperti yang sudah disebutkan di atas, prosedur operasi kemungkinan akan dipertimbangkan dan disarankan oleh dokter. Prosedur operasi ini biasanya akan memulihkan fungsi otot sfingter esobagus bagian bawah. Meski begitu, operasi tetap tidak bisa mengembalikan fungsinya secara normal.

Baca juga : Apakah penyakit maag itu?

penyakit asam lambung dan penagananya

Apa itu penyakit asam lambung ?

Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan munculnya rasa terbakar di dada naik ke kerongkongan. Gejala penyakit ini muncul minimal 2 kali dalam seminggu.
Asam lambung naik atau penyakit ini bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala penyakit ini sering diduga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner, karena gejalanya yang hampir mirip dengan nyeri dada. Walaupun tidak mematikan seperti serangan jantung, penyakit ini perlu ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

Apa gejala Penyakit Asam Lambung?

Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. Gejala ini dapat disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya, seperti sering bersendawa, serta mual dan muntah.

Apa penyebab Penyakit Asam Lambung?

Asam lambung naik ke kerongkongan (refluks asam lambung) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini berisiko terjadi pada usia 50 tahun (lansia), orang dengan obesitas, dan wanita yang sedang hamil.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit ini:

  • Makan dengan porsi yang kecil, tapi sering.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak dan pedas.
  • Turunkan berat badan, jika memang diperlukan.
  • Tidur mengguanakan bantal yang lebih tinggi.
  • Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Sementara gejala asam lambung naik secara umum adalah:

Sakit seperti terbakar atau ketidaknyamanan yang mungkin bergerak dari perut ke dada, atau bahkan sampai ke tenggorokan.
Regurgitasi: Membantu asam atau asam pahit ke tenggorokan atau mulut.

Penyebab Asam Lambung Tinggi

Salah satu penyebab asam lambung tinggi adalah kelainan perut yang disebut hernia hiatus. Hal ini terjadi ketika bagian atas perut dan LES bergerak di atas diafragma, otot yang memisahkan perut dari dada Anda. Biasanya, diafragma membantu menjaga asam dalam perut kita. Tapi jika Anda memiliki hernia hiatus, asam bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala asam lambung naik.

Kebiasaan Lain yang Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik

Ada kebiasaan yang tidak disadari dan dapat menyebabkan penyakit asam lambung tinggi. Beberapa kebiasaan yang dianggap sepele namun bisa menjadi penyebab asam lambung naik di antaranya:

  • Makan makanan besar atau berbaring setelah makan
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk
  • Ngemil menjelang waktu tidur
  • Makan makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang, atau makanan pedas atau berlemak
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, atau teh
  • Merokok
  • Hamil
  • Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, otot relaxers tertentu, atau obat tekanan darah.

Risiko dan Komplikasi Asam Lambung Naik

Jika tidak mendapatkan obat asam lambung tinggi yang tepat diberikan, penyakit asam lambung tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius dalam jangka panjang, termasuk peningkatan risiko kanker.

 

Gejala asam lambung lainnya termasuk:

  • Batuk kering dan persisten
  • Mengigil
  • Asma dan pneumonia berulang
  • Mual
  • Muntah
  • Masalah tenggorokan, seperti nyeri, suara serak, atau radang tenggorokan (peradangan kotak suara)
  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan
  • Dada atau sakit perut bagian atas
  • Erosi gigi
  • Bau mulut

Lakukan hal berikut untuk mencegah naiknya asam lambung:

  • Hindari makanan berlemak.
  • Hindari makanan asam.
  • Batasi asupan cokelat.
  • Jauhi makanan pedas.
  • kurangin minuman berkarbonasi.
  • Makan dengan porsi kecil.

Jika artikel penyakit asam lambung ini bermanfaat maka share ke teman-teman anda.

gejala asam lambung dan cara pencegahannya

Bagi kebanyakan orang, gejala asam lambung sangat mudah dirasakan sesaat setelah makan makanan asam atau pedas. Misalnya saja merasa mulas dan sensasi terbakar di tenggorokan saat asam lambung naik. Akan tetapi beberapa orang lainnya justru tidak merasakan gejala apapun walaupun sebenarnya mereka sedang terkena refluks asam lambung. Kondisi ini disebut dengan refluks laringofaring atau silent reflux. Lantas, apa saja gejala asam lambung yang sering tidak disadari? Berikut penjelasannya.

Apa itu refluks laringofaring atau silent reflux?

Refluks laringofaring (LPR) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan jatuh di kotak suara. Hal ini terjadi karena sfingter (katup) esofagus melemah atau rusak sehingga tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, tenggorokan, kotak suara, bahkan juga ke bagian belakang hidung.

Selain itu, LPR disebut juga dengan silent reflux atau refluks asam lambung diam-diam (tersembunyi). Pasalnya, gejala LPR hampir mirip seperti gejala asam lambung (GERD), tapi cenderung tidak menyebabkan rasa mulas maupun sensasi perih terbakar di dada (heartburn) dan tenggorokan. Ini sebabnya, refluks laringofaring sering kali disalahartikan dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Baik wanita maupun pria dari segala usia dapat mengalami refluks laringofaring, bahkan bayi dan anak-anak sekalipun. Namun, risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Pola hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol
  • Sfingter esofagus rusak atau tidak berfungsi dan refleks lambung berjalan lambat
  • Kelebihan berat badan
  • kahamilan

Dilansir dari Medical News Today, sekitar 50 persen orang yang terkena penyakit maag berawal dari gejala asam lambung tersembunyi ini. Sekecil apa pun jumlah asam lambung yang naik ke kerongkongan, lapisan tenggorokan dan kotak suara Anda dapat dengan mudah teriritasi. Karena itulah, Anda perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Seperti apa gejala asam lambung yang datang diam-diam?

Sama seperti namanya, refluks laringofaring atau LPR hanya menunjukkan beberapa gejala asam lambung dan cenderung samar-samar. Gejala LPR yang terjadi pada orang dewasa di antaranya adalah:

  •  Rasa pahit ditenggorokan
  • Sakit tenggorokan atau sensasi terbakar ditenggorokan
  • Sulit menelan, rasa seperti ada yang tersangkut ditenggorokan
  • Suara serak
  • Sering batuk
  • Postnasal drip kronis, kodisi ketika lendir terlalu banyak dihidung dan tenggorokan
  • Asma

Sementara itu, gejala LPR pada bayi dan anak-anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Hanya saja, bayi dan anak-anak yang mengalami LPR cenderung merasakan muntah-muntah, sulit menyusui, dan sulit menaikkan berat badan.

Bila Anda mencurigai satu atau dua gejala asam lambung tersembunyi tersebut, segera temui dokter. Sebab jika dibiarkan, asam lambung yang naik akan semakin mengiritasi lapisan kerongkongan, tenggorokan, hingga pita suara Anda. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut, asma, emfisema, bronkitis, hingga kanker.

Bagaimana sih cara menghindari asma lambung?

gejala asam lambung dan cara pencegahannya, Saat terkena asam lambung, kita perlu mengatur pola makan sebaik mungkin, salah memilih makan dapat menebabkan penyakit asam lambung menjadi parah, selainmemilih makanan yang baik kita juga perlu tahu minuman apa saja yang boleh yang boleh dan yang dibatasi agar asm lambung tidak naik.

Ada beberapa minuman yang aman dan ampuh meredakan asam lambung, namun alangkah baiknya kita berkonsultasi kepada dokter untuk memastikan kondisi kesahatan kita.

1. Teh herbal

Kalau merasa asam lambung sedang naik, coba redakan gejalanya dengan minum teh herbal. Teh herbal dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan meredakan rasa mual. Perlu dicatat bahwa tidak semua teh herbal boleh dikonsumsi. Pilih teh herbal yang bebas kafein, seperti teh chamomile dan licorice. Teh licorice alias akar manis bermanfaat untuk meningkatkan lapisan lendir di esofagus sehingga terlindungi dari iritasi akibat asam lambung.

Cara penyajiannya cukup mudah. Seduh satu sendok teh herbal ke dalam satu cangkir air panas, lalu diamkan selama 5 sampai 10 menit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, minum dua sampai empat cangkir teh herbal sambil beristirahat.

Jenis teh herbal yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam lambung adalah teh dari daun peppermint. Ini karena peppermint dapat memicu refluks asam lambung bagi beberapa orang yang sistem pencernaannya cenderung sensitif. Meski demikian, tetap konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk minum teh herbal.

2. Susu rendah lemak atau susu skim

Pada umumnya susu sapi tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Ini karena susu sapi mengandung tinggi lemak sehingga lebih sulit dicerna. Selain itu, kandungan lemak dalam susu sapi juga dapat melunakkan katup atau sfingter esofagus dan membuka jalan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Kalau Anda ingin tetap minum susu, maka pilihlah susu rendah lemak atau susu skim agar lebih mudah dicerna. Dengan begitu, katup kerongkongan (sfingter esofagus) akan tetap aman saat menahan asam lambung naik.

3. Susu nabati

Susu nabati adalah salah satu minuman yang baik dikonsumsi penderita asam lambung. Jenis yang bisa kita pilih di antaranya adalah susu kedelai, susu almond, dan susu kacang mede. Nah, kini tinggal pilih mana yang kamu suka. Susu almond, contohnya, mengandung sifat basa yang membantu menetralkan cairan asam lambung dan meredakan gejalanya. Sementara itu, dilansir dari laman Healthline, susu kedelai dinilai sebagai minuman untuk asam lambung yang paling aman. Pasalnya, susu kedelai mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan jenis susu lainnya sehingga dapat mencegah naiknya asam lambung

4. Jus

Buah-buahan sitrus seperti jeruk, nanas, atau apel sangat tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Pasalnya, kandungan asam pada buah-buahan tersebut dapat membuat asam lambung naik. Namun, ini bukan berarti kita lantas tak bisa mengonsumsi buah-buahan apalagi minum jus buah. Sebelum membuat jus, pilihlah buah atau sayur yang lebih rendah kandungan asamnya seperti wortel, bayam, mentimun, atau lidah buaya. Selain itu, kita juga bisa membuat minuman segar dari buah yang aman untuk penyakit asam lambung, seperti buah bit, semangka, dan buah pir.

5. Smoothie

Smoothie adalah salah satu minuman untuk asam lambung yang baik untuk dikonsumsi. Selain mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, minuman ini juga tidak membuat asam lambungcepat kambuh. Saat membuat smoothie, gunakan buah yang tidak mengandung banyak asam, seperti buah pir atau semangka. Kita juga mencampurkannya dengan bayam agar semakin ampuh menjaga kadar asam lambung tetap normal.

6. Air putih

Rutin minum air putih adalah cara yang paling sederhana untuk mencegah asam lambung kambuh. Walau begitu, kita tetap perlu berhati-hati saat minum air putih. Kebanyakan pH air cenderung netral. Hal ini tak menutup kemungkinan bahwa air putih dapat meningkatkan kadar pH dari setiap makanan yang Anda konsumsi. Meski dianjurkan untuk minum air putih, kita tetap perlu membatasi air putih yang diminum. Pasalnya, terlalu banyak minum dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung.

7. Air kelapa

Salah satu minuman untuk asam lambung yang baik dikonsumsi adalah air kelapa. Air kelapa mengandung kalium yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH dalam tubuh. Dengan demikian, kadar asam lambung menjadi lebih mudah dikendalikan dan mengurangi risiko refluks asam lambung.

Minuman yang perlu dibatasi pemnderita asam lambung

1. Jus

Dari buah-buahan sitrus Kunci mengatasi asam lambung naik adalah dengan menghindari jenis makanan atau minuman yang mengandung tinggi asam, seperti lemon, jeruk, jeruk nipis, dan anggur. Pasalnya, kandungan asam sitrat dalam buah-buahan sitrus dapat meningkatkan kadar keasaman lambung dan mengikis lapisan kerongkongan. Hal ini dapat memicu asam lambung bergerak naik ke tenggorokan dan memicu timbulnya gejala.

2. Kopi

Kita mungkin terbiasa minum kopi di pagi hari supaya tubuh semangat sebelum beraktivitas. Namun, minuman ini perlu dihindari kalau punya asam lambung. Mengapa? Ini karena terlalu banyak minum kopi dapat memicu produksi asam lambung secara berlebihan dan memicu refluks asam lambung. Tidak hanya kopi, minuman berkafein lainnya seperti teh atau soda juga memiliki efek serupa. Saat kita minum minuman bersoda, gelembung-gelembung yang dihasilkan akan kian membesar dan menekan sfingter esofagus. Akibatnya, asam lambung terdorong masuk ke esofagus dan memicu mual dan sensasi terbakar di bagian tenggorokan

3. Alkohol

Salah satu minuman untuk asam lambung yang wajib dihindari adalah alkohol. Sebab, alkohol dapat melemaskan sfingter esofagus dan merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam. Tidak hanya itu, alkohol juga dapat mengikis lapisan mukosa pada lambung dan esofagus sehingga kian memperparah gejala penyakit.

Sekarang anda sudah tahu gejala asam lambung dan cara pencegahannya baca juga apakah penyakit maag itu?