penyakit asam lambung dan penagananya

penyakit asam lambung dan penagananya

Apa itu penyakit asam lambung ?

Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan munculnya rasa terbakar di dada naik ke kerongkongan. Gejala penyakit ini muncul minimal 2 kali dalam seminggu.
Asam lambung naik atau penyakit ini bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala penyakit ini sering diduga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner, karena gejalanya yang hampir mirip dengan nyeri dada. Walaupun tidak mematikan seperti serangan jantung, penyakit ini perlu ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

Apa gejala Penyakit Asam Lambung?

Gejala utama dari asam lambung naik adalah rasa seperti terbakar di dada (heartburn), yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring. Gejala ini dapat disertai dengan keluhan gangguan pencernaan lainnya, seperti sering bersendawa, serta mual dan muntah.

Apa penyebab Penyakit Asam Lambung?

Asam lambung naik ke kerongkongan (refluks asam lambung) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Otot LES ini seharusnya berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Bila otot ini lemah, kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi ini berisiko terjadi pada usia 50 tahun (lansia), orang dengan obesitas, dan wanita yang sedang hamil.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit ini:

  • Makan dengan porsi yang kecil, tapi sering.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak dan pedas.
  • Turunkan berat badan, jika memang diperlukan.
  • Tidur mengguanakan bantal yang lebih tinggi.
  • Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Sementara gejala asam lambung naik secara umum adalah:

Sakit seperti terbakar atau ketidaknyamanan yang mungkin bergerak dari perut ke dada, atau bahkan sampai ke tenggorokan.
Regurgitasi: Membantu asam atau asam pahit ke tenggorokan atau mulut.

Penyebab Asam Lambung Tinggi

Salah satu penyebab asam lambung tinggi adalah kelainan perut yang disebut hernia hiatus. Hal ini terjadi ketika bagian atas perut dan LES bergerak di atas diafragma, otot yang memisahkan perut dari dada Anda. Biasanya, diafragma membantu menjaga asam dalam perut kita. Tapi jika Anda memiliki hernia hiatus, asam bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala asam lambung naik.

Kebiasaan Lain yang Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik

Ada kebiasaan yang tidak disadari dan dapat menyebabkan penyakit asam lambung tinggi. Beberapa kebiasaan yang dianggap sepele namun bisa menjadi penyebab asam lambung naik di antaranya:

  • Makan makanan besar atau berbaring setelah makan
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk
  • Ngemil menjelang waktu tidur
  • Makan makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang, atau makanan pedas atau berlemak
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, atau teh
  • Merokok
  • Hamil
  • Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, otot relaxers tertentu, atau obat tekanan darah.

Risiko dan Komplikasi Asam Lambung Naik

Jika tidak mendapatkan obat asam lambung tinggi yang tepat diberikan, penyakit asam lambung tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius dalam jangka panjang, termasuk peningkatan risiko kanker.

 

Gejala asam lambung lainnya termasuk:

  • Batuk kering dan persisten
  • Mengigil
  • Asma dan pneumonia berulang
  • Mual
  • Muntah
  • Masalah tenggorokan, seperti nyeri, suara serak, atau radang tenggorokan (peradangan kotak suara)
  • Kesulitan atau rasa sakit saat menelan
  • Dada atau sakit perut bagian atas
  • Erosi gigi
  • Bau mulut

Lakukan hal berikut untuk mencegah naiknya asam lambung:

  • Hindari makanan berlemak.
  • Hindari makanan asam.
  • Batasi asupan cokelat.
  • Jauhi makanan pedas.
  • kurangin minuman berkarbonasi.
  • Makan dengan porsi kecil.

Jika artikel penyakit asam lambung ini bermanfaat maka share ke teman-teman anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *