cara mengobati asam lambung

Penyakit asam lambung disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan karena katup antara kerongkongan dan lambung tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini biasa disebut dengan GERD atau Gestrokshopageal Reflux Desease. Orang yang menderita GERD biassanya merasakan gejala seperti :

  • Sakit dibagian ulu hati
  • Kembung
  • Sulit menelan atau merasa tidak nyaman untuk menelan
  • Mulut terasa asam atau pahit karena asam lambung naik ke kerongkongan
  • perut terasa tidak nyaman
  • rasa terbakar di dada

Jika merasakan gejala-gajala seoerti diatas, cobalah ramuan alami berikut untuk meredakannya:

1. Jahe

Jahe mempunyai sifat anti radang yang secara alami dapat mengatasi nyeri ulu hati dan masalah pencernaan lainnya. Pengonsumsiannya dengan mengolahnya menjadi teh jahe. Bisa menggunakan jahe segar atau jahe bubuk yang dijual dipasaran, tapi supaya lebih aman pastikan yang sudah terdaftar di BPOM.

2. Licorice

Licorice disebut juga dengan akar manis, licorice dipercaya dapat mengatasi masalah disistem pencernaan seperti nyeri ulu hati serta rasa terbakar didada. Bubuk licorice atau teh licorice bisa didapatkan di supermarket yang menjual bahan makanan import.

3. Teh Chamomile

Teh Chamomile dipercaya bisa dionsumsi untuk meredakan nyeri ulu hati, mual serta muntah. Beberapa penelitian juga menemukan kalalu teh chamomile bisa mengatasi masalah susah tidur. Teh chamomile lebih mudah dicari daripada licorice dan bisa didapatkan di supermarket terdekat.
Sebelum mencoba ramuan-ramuan alami tersebut alangkah baiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter mengenai keamanan dalam mengonsumsinya.

cara mengobati asam lambung

Penyembuhan asam lambung akan lebih efektif dengan memperbaiki pola hidup dengan beberapa tips berikut :

1. Hindari kebiasaan tidak sehat

Kebiasaan tidak sehat seperti konsumsi alkohol, merokok, atau kebiasaan langsung tidur setelah makan. Kebiasaan tersebut bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Jadi, hentikan kebiasaan tersebut dan setelah makan beri jeda waktu minimal 3 jam sebelum tiduran.

2. Hindari memakai pakaian ketat

Memakai pakaian ketat dapat menyebabkan tekanan diperut sehingga lambungpun ikut tertekan, akibatnya isi lambung naik ke kerongkongan sehingga membuat muntah. Agar lebih aman pakailah pakaian yang longgar yang penting nyaman dipakai.

3. Hindari gerakan yang menekan perut

gerakan yang memberi tekanan ke perut misalnya gerakan olahraga seperti melompat atau bergoyang-goyang yang berlebihan. Olahraga boleh, tapi ingat kondisi lambung sedang sensitif. Jika ingin olahraga tunggu 2-4 jam setelah makan.

4. Tidur yag cukup

Tidur yang cukup itu penting karena kalau kurang tidur tubuh bisa memproduksi hormon stres yang mungkin bisa memicu asam lambung. Oleh karena itu, kurangi begadang yang tidak perlu dan penuhi kebutuhan tidur yaitu 7-8 jam setiap hari. Disarankan juga untuk tidur dengan posisi kepala dan dada yang lebih tinggi. Gunakan penyangga diatas ranjang supaya ketika tiduran posisi dari pinggang keatas jadi lebih tinggi. Jangan hanya menambahkan satu atau dua bantal dibawah kepala, karena kurang efektif.

5. Mengurangi porsi makan

Pengurangan porsi makan dengan makan sedikit namun sering dan mengunyah pelan-pelan.

6. Menghindari makanan dan minuman yang memicu gejala asam lambung

Makanan yang memicu asam lambung :

  • Makanan pedas, makanan berlemak seperti gorengan, keripik, askrim, susu dan keju serta makanan yang bersifat asam seperti jeruk, lemon, tomat dan cuka
  • kurangi konsumsi bawang-bawangan, makan yang mengandung gas dan kacang-kacangan

Minuman yang memicu asam lambung :

  • Minuman beralkoho, Bersoda dan berkafein

apakah artikel cara mengobati asam lambung ini membatu? baca juga Apakah penyakit maag itu?

gejala maag

gejala maag

Gejala maag

Pengertian sakit maag lebih banyak dikenal sebagai penyakit akibat sering terlambat makan atau pola makan yang tidak teratur.

Penyakit ini sering diabaikan akibat kurang pahamnya masyarakat akan efek samping yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Bahkan untuk usia di atas 40 tahun, setiap gejala terkait dengan penyakit maag harus dianggap serius karena ada kemungkinan terkait dengan kondisi jantung penderita.

Gejala – gejala maag penyakit ini paling mudah ditandai dengan nyeri yang berasal dari lambung dan usus. Dalam beberapa kasus jika tidak segera ditangani nyeri bisa merembet ke kerongkongan akibat luka terbuka yang muncul di lapisan dalam lambung tidak segera terobati dan muncul infeksi. Infeksi dari bakteri inilah yang bisa menyebar ke kerongkongan penderita. Untuk antisipasi lebih lanjut dengan penyakit ini, ada baiknya kita mengenal lebih jauh penyebab, gejala, pengobatan dan cara pencegahannya berikut ini:

Gejala sakit maag bisa terjadi karena beberapa sebab, yaitu:

  • Cepat merasa kenyang saat makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Mual
  • Kembung pada perut bagian atas
  • Sering bersendawa
  • Nyeri pada ulut hati dan nyeri di tengah dada yang muncul ketika atau setelah makan
  • Rasa panas pada perut bagian atas

gejala maag  yang sering terjadi biasanya ditandai dengan gejala rasa panas didalam dada akibat naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan. Stres pun membawa dampak menjadi lebih negatif bagi pengidap sakit maag.

Penyebab

Apa penyebab sakit maag?

Sakit maag tidak dianggap sebagai penyakit sesungguhnya, alias hanya sebatas kumpulan dari berbagai gejala atas suatu penyakit lainnya. Itu sebabnya, kondisi gangguan pencernaan ini memiliki banyak kemungkinan penyebab di baliknya.
Pertama-tama, coba telaah kembali gaya hidup yang selama ini Anda lakukan. Pasalnya, mungkin saja kemunculan gangguan pencernaan ini memang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan tidak teratur.
Berikut adalah berbagai penyebab umum sakit maag akibat gaya hidup:

  • Porsi makan yang terlalu banyak
  • Makan terlalu cepat
  • Terlalu sering makan makanan pedas dan asin
  • Terlalu sering minum minuman beralkohol
  • Banyak minum minuman berkafein seperti kopi, teh, dan cokelat
  • Gemar minum minuman bersoda atau berkarbonasi lainnya
  • Merokok
  • Kecemasan dan stres
  • Kebiasaan makan mendekati waktu tidur

Berikut ini faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko maag, di antaranya:

1. Infeksi bakteri

Meskipun infeksi Helicobacter pylori adalah infeksi manusia yang paling sering dialami, namun hanya beberapa orang penderita infeksi yang mengalami gastritis atau gangguan pencernaan bagian atas lainnya. Dokter meyakini penyakit ini rentan oleh bakteri yang dapat diturunkan atau disebabkan oleh gaya hidup, seperti pola makan dan merokok.

2. Usia yang lebih tua

Orang dewasa yang lebih tua berisiko mengalami maag karena lapisan lambung cenderung mengalami penipisan seiring bertambahnya usia dan lebih mungkin mengalami infeksi H. pylori atau gangguan autoimun.

3. Stres

Kondidi psikologis juga berisiko mengalami maag akut, seperti halnya stres akibat menjalani operasi, mengalami luka bakar, cedera, atau infeksi parah.

4. Terlalu banyak minum alkohol

Minum alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan dalam perut dan lebih rentan mengeluarkan cairan pencernaan. Sementara minum alkohol berlebihan cenderung akan menyebabkan maag akut.

5. Sering menggunakan pereda nyeri

Obat penghilang rasa sakit yang biasa dikonsumsi di antaranya, aspirin, ibuprofen dan naproxen, yang dapat menyebabkan maag akut dan maag kronis. Jika sering menggunakan pereda rasa sakit atau terlalu banyak, dapat mengurangi zat utama yang membantu menjaga lapisan pelindung perut.

6. Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di perut

Ini disebut penyakit maag autoimun, yang terjadi saat tubuh menyerang sel-sel pembentuk lapisan perut. Sementara reaksi tersebut bisa hilang pada pelindung perut. Maag autoimun lebih sering terjadi pada orang penderita kelainan autoimun, termasuk penyakit Hashimoto dan diabetes tipe 1. Maag autoimun juga berhubungan dengan defisiensi vitamin B-12.

7. Penyakit dan kondisi lainnya

sakit Maag dapat dikaitkan dengan kondisi medis lainnya, seperti penyakit HIV/AIDS, infeksi parasit, dan penyakit Crohn.

Cara menangani gejala maag ini diantara lain yaitu:

1. Anda merokok? Hentikan sekarang juga

Nikotin dalam rokok memiliki efek relaksasi otot, sehingga otot saluran pencernaan yang seharusnya mempertahankan agar isi lambung tidak naik ke atas menjadi lemah. Hal ini menyebabkan refluks asam lambung, serangkaian gejala gangguan pencernaan yang ditandai dengan rasa terbakar pada dada akibat asam lambung yang naik. Perokok juga cenderung mudah batuk, di mana setiap kali batuk perut akan tertekan sehingga semakin memperbesar resiko asam lambung naik.

Selain rokok, alkohol dan coklat juga memiliki efek yang mirip dengan nikotin.

2. Ubah pola makan Anda

Mencegah maag kambuh kembali bisa sesederhana dengan mengubah pola makan harian Anda.

Biasakan makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit. Jika Anda biasa makan 3 kali sehari, coba ubah menjadi makan 5-6 kali sehari dengan porsi yang lebih sedikit.
Hindari makan hingga terlalu kenyang karena jika isi lambung terlalu penuh maka isi lambung bisa naik ke tenggorokan.
Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam seperti makanan pedas, jeruk, dan kopi. Makanan atau minuman bersifat asam memicu rasa nyeri pada ulu hati.
Hindari makan sebelum tidur karena meningkatkan resiko naiknya isi lambung.

3. Kurangi berat badan

Anda yang kegemukan memiliki risiko lebih tinggi mengalami maag karena cenderung makan dalam porsi besar, yang meningkatkan tekanan dalam lambung sehingga isi lambung mudah naik keluar. Mengurangi berat badan 2-5 kg dapat membantu Anda mencegah maag datang kembali.

Jika artikel  gejala maag ini bermanfaat, silahkan anda share untuk berbagi ilmu kesehatan ke semua orang.

gejala asam lambung dan cara pencegahannya

Bagi kebanyakan orang, gejala asam lambung sangat mudah dirasakan sesaat setelah makan makanan asam atau pedas. Misalnya saja merasa mulas dan sensasi terbakar di tenggorokan saat asam lambung naik. Akan tetapi beberapa orang lainnya justru tidak merasakan gejala apapun walaupun sebenarnya mereka sedang terkena refluks asam lambung. Kondisi ini disebut dengan refluks laringofaring atau silent reflux. Lantas, apa saja gejala asam lambung yang sering tidak disadari? Berikut penjelasannya.

Apa itu refluks laringofaring atau silent reflux?

Refluks laringofaring (LPR) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan jatuh di kotak suara. Hal ini terjadi karena sfingter (katup) esofagus melemah atau rusak sehingga tidak menutup secara sempurna. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung dapat kembali naik ke kerongkongan, tenggorokan, kotak suara, bahkan juga ke bagian belakang hidung.

Selain itu, LPR disebut juga dengan silent reflux atau refluks asam lambung diam-diam (tersembunyi). Pasalnya, gejala LPR hampir mirip seperti gejala asam lambung (GERD), tapi cenderung tidak menyebabkan rasa mulas maupun sensasi perih terbakar di dada (heartburn) dan tenggorokan. Ini sebabnya, refluks laringofaring sering kali disalahartikan dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Baik wanita maupun pria dari segala usia dapat mengalami refluks laringofaring, bahkan bayi dan anak-anak sekalipun. Namun, risiko ini dapat meningkat jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Pola hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol
  • Sfingter esofagus rusak atau tidak berfungsi dan refleks lambung berjalan lambat
  • Kelebihan berat badan
  • kahamilan

Dilansir dari Medical News Today, sekitar 50 persen orang yang terkena penyakit maag berawal dari gejala asam lambung tersembunyi ini. Sekecil apa pun jumlah asam lambung yang naik ke kerongkongan, lapisan tenggorokan dan kotak suara Anda dapat dengan mudah teriritasi. Karena itulah, Anda perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Seperti apa gejala asam lambung yang datang diam-diam?

Sama seperti namanya, refluks laringofaring atau LPR hanya menunjukkan beberapa gejala asam lambung dan cenderung samar-samar. Gejala LPR yang terjadi pada orang dewasa di antaranya adalah:

  •  Rasa pahit ditenggorokan
  • Sakit tenggorokan atau sensasi terbakar ditenggorokan
  • Sulit menelan, rasa seperti ada yang tersangkut ditenggorokan
  • Suara serak
  • Sering batuk
  • Postnasal drip kronis, kodisi ketika lendir terlalu banyak dihidung dan tenggorokan
  • Asma

Sementara itu, gejala LPR pada bayi dan anak-anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Hanya saja, bayi dan anak-anak yang mengalami LPR cenderung merasakan muntah-muntah, sulit menyusui, dan sulit menaikkan berat badan.

Bila Anda mencurigai satu atau dua gejala asam lambung tersembunyi tersebut, segera temui dokter. Sebab jika dibiarkan, asam lambung yang naik akan semakin mengiritasi lapisan kerongkongan, tenggorokan, hingga pita suara Anda. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut, asma, emfisema, bronkitis, hingga kanker.

Bagaimana sih cara menghindari asma lambung?

gejala asam lambung dan cara pencegahannya, Saat terkena asam lambung, kita perlu mengatur pola makan sebaik mungkin, salah memilih makan dapat menebabkan penyakit asam lambung menjadi parah, selainmemilih makanan yang baik kita juga perlu tahu minuman apa saja yang boleh yang boleh dan yang dibatasi agar asm lambung tidak naik.

Ada beberapa minuman yang aman dan ampuh meredakan asam lambung, namun alangkah baiknya kita berkonsultasi kepada dokter untuk memastikan kondisi kesahatan kita.

1. Teh herbal

Kalau merasa asam lambung sedang naik, coba redakan gejalanya dengan minum teh herbal. Teh herbal dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan meredakan rasa mual. Perlu dicatat bahwa tidak semua teh herbal boleh dikonsumsi. Pilih teh herbal yang bebas kafein, seperti teh chamomile dan licorice. Teh licorice alias akar manis bermanfaat untuk meningkatkan lapisan lendir di esofagus sehingga terlindungi dari iritasi akibat asam lambung.

Cara penyajiannya cukup mudah. Seduh satu sendok teh herbal ke dalam satu cangkir air panas, lalu diamkan selama 5 sampai 10 menit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, minum dua sampai empat cangkir teh herbal sambil beristirahat.

Jenis teh herbal yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam lambung adalah teh dari daun peppermint. Ini karena peppermint dapat memicu refluks asam lambung bagi beberapa orang yang sistem pencernaannya cenderung sensitif. Meski demikian, tetap konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk minum teh herbal.

2. Susu rendah lemak atau susu skim

Pada umumnya susu sapi tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Ini karena susu sapi mengandung tinggi lemak sehingga lebih sulit dicerna. Selain itu, kandungan lemak dalam susu sapi juga dapat melunakkan katup atau sfingter esofagus dan membuka jalan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Kalau Anda ingin tetap minum susu, maka pilihlah susu rendah lemak atau susu skim agar lebih mudah dicerna. Dengan begitu, katup kerongkongan (sfingter esofagus) akan tetap aman saat menahan asam lambung naik.

3. Susu nabati

Susu nabati adalah salah satu minuman yang baik dikonsumsi penderita asam lambung. Jenis yang bisa kita pilih di antaranya adalah susu kedelai, susu almond, dan susu kacang mede. Nah, kini tinggal pilih mana yang kamu suka. Susu almond, contohnya, mengandung sifat basa yang membantu menetralkan cairan asam lambung dan meredakan gejalanya. Sementara itu, dilansir dari laman Healthline, susu kedelai dinilai sebagai minuman untuk asam lambung yang paling aman. Pasalnya, susu kedelai mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan jenis susu lainnya sehingga dapat mencegah naiknya asam lambung

4. Jus

Buah-buahan sitrus seperti jeruk, nanas, atau apel sangat tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Pasalnya, kandungan asam pada buah-buahan tersebut dapat membuat asam lambung naik. Namun, ini bukan berarti kita lantas tak bisa mengonsumsi buah-buahan apalagi minum jus buah. Sebelum membuat jus, pilihlah buah atau sayur yang lebih rendah kandungan asamnya seperti wortel, bayam, mentimun, atau lidah buaya. Selain itu, kita juga bisa membuat minuman segar dari buah yang aman untuk penyakit asam lambung, seperti buah bit, semangka, dan buah pir.

5. Smoothie

Smoothie adalah salah satu minuman untuk asam lambung yang baik untuk dikonsumsi. Selain mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, minuman ini juga tidak membuat asam lambungcepat kambuh. Saat membuat smoothie, gunakan buah yang tidak mengandung banyak asam, seperti buah pir atau semangka. Kita juga mencampurkannya dengan bayam agar semakin ampuh menjaga kadar asam lambung tetap normal.

6. Air putih

Rutin minum air putih adalah cara yang paling sederhana untuk mencegah asam lambung kambuh. Walau begitu, kita tetap perlu berhati-hati saat minum air putih. Kebanyakan pH air cenderung netral. Hal ini tak menutup kemungkinan bahwa air putih dapat meningkatkan kadar pH dari setiap makanan yang Anda konsumsi. Meski dianjurkan untuk minum air putih, kita tetap perlu membatasi air putih yang diminum. Pasalnya, terlalu banyak minum dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung.

7. Air kelapa

Salah satu minuman untuk asam lambung yang baik dikonsumsi adalah air kelapa. Air kelapa mengandung kalium yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH dalam tubuh. Dengan demikian, kadar asam lambung menjadi lebih mudah dikendalikan dan mengurangi risiko refluks asam lambung.

Minuman yang perlu dibatasi pemnderita asam lambung

1. Jus

Dari buah-buahan sitrus Kunci mengatasi asam lambung naik adalah dengan menghindari jenis makanan atau minuman yang mengandung tinggi asam, seperti lemon, jeruk, jeruk nipis, dan anggur. Pasalnya, kandungan asam sitrat dalam buah-buahan sitrus dapat meningkatkan kadar keasaman lambung dan mengikis lapisan kerongkongan. Hal ini dapat memicu asam lambung bergerak naik ke tenggorokan dan memicu timbulnya gejala.

2. Kopi

Kita mungkin terbiasa minum kopi di pagi hari supaya tubuh semangat sebelum beraktivitas. Namun, minuman ini perlu dihindari kalau punya asam lambung. Mengapa? Ini karena terlalu banyak minum kopi dapat memicu produksi asam lambung secara berlebihan dan memicu refluks asam lambung. Tidak hanya kopi, minuman berkafein lainnya seperti teh atau soda juga memiliki efek serupa. Saat kita minum minuman bersoda, gelembung-gelembung yang dihasilkan akan kian membesar dan menekan sfingter esofagus. Akibatnya, asam lambung terdorong masuk ke esofagus dan memicu mual dan sensasi terbakar di bagian tenggorokan

3. Alkohol

Salah satu minuman untuk asam lambung yang wajib dihindari adalah alkohol. Sebab, alkohol dapat melemaskan sfingter esofagus dan merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam. Tidak hanya itu, alkohol juga dapat mengikis lapisan mukosa pada lambung dan esofagus sehingga kian memperparah gejala penyakit.

Sekarang anda sudah tahu gejala asam lambung dan cara pencegahannya baca juga apakah penyakit maag itu?

sakit maag gejala dan pengobatannya

sakit maag gejala dan pengobatannya

Maag adalah kasus yang cukup banyak ditemui dalam masyarakat. Bahkan menurut data yang dicatat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012, tingkat kejadian penyakit maag di Indonesia mencapai 40,8 persen. Akan tetapi, banyak orang masih belum memahami sepenuhnya apa itu penyakit maag.
Anda mungkin masih sering dengar mitos bahwa semua orang itu pasti punya maag, masalahnya hanya apakah maag tersebut akan kambuh jadi penyakit. Benarkah demikian? Yuk, cari tahu lebih lanjut seputar maag dalam ulasan berikut ini.

sakit maag gejala dan pengobatannya

Sebenarnya, tak ada istilah penyakit maag dalam dunia medis. Maag hanyalah istilah yang digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan keluhan-keluhan yang disebabkan oleh gangguan pencernaan (indigestion). Misalnya keluhan sakit perut, mual, muntah, dada terasa nyeri seperti terbakar, kembung, begah, dan mulut terasa asam. Maka, maag sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu.

Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan Nyeri ulu hati , sakit, mulas, dan perih pada perut. Adapun penyebabnya bisa karena penderita makan secara tidak teratur, terdapat mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress. Maag juga bisa terjadi apabila si penderita telat makan, kemudian sewaktu makan si penderita maag makan dengan porsi yang terlalu banyak.

Bagi penderita maag yang sudah parah, penyakit maag tersebut sangat berbahaya sekali dan dapat menyebabkan kematian. Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maag adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidak makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus mengkonsumsi obat jika diperlukan.

Cara mengatasi sakit maag gejala dan pengobatannya

 

 

 

 

 

 

Sakit maag ringan akan hilang dengan sendirinya. Adapun sakit maag yang parah dapat diatasi dengan obat-obatan seperti antasida, Agen Cytoprotektif,antibiotik dan antidepresan. Terapi seperti meditasi dan relaksasi juga bisa membantu mengatasi sakit maag.
Sakit maag dapat dicegah dengan cara:

  • Makan secara perlahan, dalam porsi yang kecil.
  • cuci tangan sebelum makan dan jangan jajan sembarangan.
  • Batasi konsumsi makanan asam, pedas dan berlemak.
  • Kurangi minuman berkafein ( kopi, anggur putih, sari buah sitrus, dan susu).
  • Hindari obat-obatan yang menyebabkan nyeri lambung.

Makanan yang sulit dicerna dan dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tar, coklat, dan keju.
Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan seperti alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.
Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan juga yang terlalu banyak serat, antara lain:

  • Sayur-sayuran tertentu sep erti sawi dan kol
  • Buah-buahan tertentu seperti nangka dan pisang ambon
  • Makanan berserat tinggi tertentu seperti kedondong dan buah yang dikeringkan
  • Minuman yang mengandung banyak gas (seperti minuman bersoda).

Selain itu, kegiatan yang dapat meningkatkan gas di dalam lambung juga harus dihindari, antara lain makan permen khususnya permen karet serta merokok.

Cara mengonsumsi obat

Obat-obatan untuk sakit maag umumnya dimakan dua jam sebelum makan dan dua jam sesudah makan. Adapun dengan tujuan obat dikonsumsi dua jam sebelum makan yaitu untuk menetralisir asam lambung, karena pada saat tersebut penumpukkan asam lambung sudah sangat banyak dan di dalam lambung penderita pasti telah terjadi
luka-luka kecil yang apabila terkena asam akan terasa perih seperti tertusuk jarum . Kemudian obat yang diminum dua jam sesudah makan bertujuan untuk melindungi dinding lambung dari asam yang terus diproduksi. Akhirnya dua jam setelah makan,asam yang di lambung akan terpakai untuk mencerna makanan sehingga sudah ternetralisir dan tidak akan melukai dinding lambung sehingga tidak terasa perih pada lambung .

Obat-obatan yang biasanya digunakan antara lain:

  • Antasida (Menetralisir asam lambung dan menghilangkan rasa nyeri)
  • Agen Cytoprotektif (Melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus)
  • Obat anti sekretorik (Mampu menekan sekresi asam)
  • Pankreatin (Membantu pencernaan lemak, karbohidrat, protein dan mengatasi gangguan sakit pencernaan seperti perut kembung, mual, dan sering mengeluarkan gas)
  • Ranitidin (Mengobati tukak lambung).

Jadi begitulah artikel yang tentang Cara mengatasi sakit maag dan pengobatannya  mari kita share semoga dapat memberi  manfaat kepada kita semua.

Apa Itu Asam Lambung, dan pengobatannya

Apa Itu Asam Lambung?apa itu asam lambung

Asam lambung berperan penting dalam proses pencernaan. Tanpa asam lambung atau jika kadarnya di lambung rendah, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan.

Selain berperan dalam proses pencernaan, asam lambung juga berfungsi untuk menatralisir enzim dan membunuh kuman berbahaya yang mungkin ada di dalam makanan.

Oleh karenanya, penting untuk memastikan kadar asam lambung sesuai kebutuhan tubuh. Jika jumlahnya berlebihan atau terlalu sedikit, dapat timbul beragam masalah kesehatan.

 

Pengertian Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu.

Asam lambung naik atau penyakit asam lambung bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala penyakit ini sering diduga sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner, karena gejalanya yang hampir mirip dengan nyeri dada. Walaupun tidak mematikan seperti serangan jantung, penyakit asam lambung perlu ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

Penyakit asam lambung ini merupakan penyakit umum yang disebabkan karena naiknya asam lambung menju eofagus atau kerongkongan pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung. Serta asam lambung ini dapat menimbulkan nyeri pada ulu hati.

 

Bahaya Asam Lambung jika Terlalu Sedikit

Ketika tubuh tidak memproduksi cukup asam lambung, atau dalam istilah medis disebut hipokloridia, gejala yang akan muncul adalah:

  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Diare
  • Nyeri perut atau nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Tubuh terasa lemas
  • Sering buang angin

Selain itu, kurangnya asam lambung dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan masalah gizi, seperti kekurangan vitamin, mineral, atau protein tertentu. Hal ini karena kurangnya asam lambung menyebabkan nutrisi-nutrisi tersebut tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh.

Bahaya Asam Lambung jika Terlalu Banyak

Sebaliknya jika kadar asam lambung terlalu tinggi, ada beragam gangguan yang dapat terjadi, yaitu:

1. Nyeri ulu hati

Heartburn atau nyeri ulu hati adalah sensasi perih di dada dan perut bagian atas, yang biasanya akan terasa lebih parah ketika berbaring atau membungkuk. Kondisi ini merupakan dampak dari asam lambung yang naik ke kerongkongan, dan bisa menandakan adanya tukak lambung.

 

Jika keluhan nyeri ulu hati hanya terjadi sesekali, umumnya tidak diperlukan penanganan khusus. Namun jika nyeri ulu hati sering terjadi, terasa berat dan menjalar hingga ke rahang, leher, atau lengan, diperlukan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter.

2. GERD atau penyakit asam lambung

Gastroesophageal reflux disease atau GERD merupakan penyakit pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung atau cairan dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan, sehingga mengiritasi dinding kerongkongan.

GERD ditandai dengan nyeri ulu hati yang muncul lebih dari dua kali dalam seminggu. Bahaya asam lambung yang satu ini bisa diobati dengan menjalani gaya hidup sehat, menjauhi konsumsi kopi dan alkohol, berhenti merokok, serta mengonsumsi obat-obatan pereda asam lambung. Pada kasus tertentu, GERD perlu ditangani dengan operasi.

3. Gigi rusak

Asam lambung atau cairan lambung yang naik ke kerongkongan dan mulut dapat mengikis email gigi (lapisan terluar gigi). Akibatnya, gigi pun menjadi rusak. Tanpa pemeriksaan gigi rutin, biasanya orang tidak menyadari bahwa giginya rusak sampai kerusakaan yang terjadi sudah parah.

4. Masalah pernapasan

 

Asam lambung juga bisa memperparah penyakit asma atau pneumonia hingga menyebabkan sesak napas. Hal ini bisa terjadi bila asam lambung yang naik ke kerongkongan secara tidak sengaja masuk ke tenggorokan saat bernapas, dan masuk hingga ke paru-paru.

5. Radang pada kerongkongan

Asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan (GERD) bisa menyebabkan iritasi pada dinding-dinding kerongkongan. Iritasi ini kemudian memicu terjadinya peradangan pada kerongkongan atau yang biasa disebut esofagitis.

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

Ada berbagai macam cara untuk mengobati asam lambung, seperti penganan oleh diri sendiri dan menggunakan obat khusus penyakit asam lambung. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit asam lambung:

  • Makan dengan porsi yang kecil, tapi sering.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak dan pedas
  • Turunkan berat badan, jika memang diperlukan.
  • Tidur mengguanakan bantal yang lebih tinggi.

 

Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Lakukan hal berikut untuk mencegah naiknya asam lambung:

  • Hindari makanan berlemak.
  • Hindari makanan asam.
  • Batasi asupan cokelat.
  • Jauhi makanan pedas.
  • kurangin minuman berkarbonasi.
  • Makan dengan porsi kecil.

Sekarang anda sudah tahu Apa Itu Asam Lambung?

baca juga Apa itu penyakit maag ?