gejala asam lambung kronis

gejala asam lambung kronis

gejala asam lambung kronis

Gejala asam lambung kronis atau disebut juga gastritis kronis adalah gangguan pencernaan akibat dari peradangan dinding lambung yang muncul secara perlahan dan berkembang dalam jangka waktu yang lama.

Komplikasi Maag Kronis

Gejala asam lambung kronis  umumnya akan membaik dengan pengobatan, namun tetap perlu dilakukan pemantauan secara terus-menerus. Dan jika tidak diobati, kondisi ini akan terjadi berulang selama bertahun-tahun, atau bahkan seumur hidup.

Gejala maag kronis yang semakin parah dapat menimbulkan pendarahan dan komplikasi berupa:

  • Tukak lambung
    Terjadinya peradangan atau luka pada dinding lambung dan duodenum (usus 12 jari). Selain ketidaknyamanan pada lambung, penderita tukak lambung akan mengalami nyeri berat di lambung.
  • Gastritis atrofi
    Gastritis atrofi terjadi saat peradangan kronis pada dinding lambung menyebabkan hilangnya lapisan dan kelenjar pada lapisan dinding lambung. Maag kronis yang sudah parah dapat berkembang menjadi gastritis atrofi.
  • Anemia
    Iritasi pada lambung yang semakin parah dapat menyebabkan pendarahan kronis di lambung, dan kehilangan darah dalam jumlah banyak bisa menyebabkan anemia.
  • Kekurangan vitamin B12
    Maag kronis yang berkembang menjadi gastritis atrofi dapat menyebabkan penyerapan vitamin B12 di perut tidak baik.
  • Kanker
    Kanker lambung pada stadium awal seringkali tidak bergejala. Adapun gejala kanker lambung yang harus diwaspadai antara lain pencernaan bermasalah, cepat kenyang, nyeri ulu hati, mual, kehilangan selera makan, dan penurunan berat badan. Deteksi dini kanker lambung penting dilakukan agar dapat ditangani secara dini.

Gejala Maag Kronis yang Perlu Anda Ketahui

Gejala maag kronis yang umum dialami, antara lain:

  • Nyeri perut pada bagian atas.
  • Rasa tidak nyaman pada saluran cerna.
  • Perut terasa kembung.
  • Perasaan penuh atau begah pada perut bagian atas, setelah makan.
  • Mual dan muntah.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.

Kebiasaan Lain yang Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik

Ada kebiasaan yang tidak disadari dan dapat menyebabkan penyakit asam lambung tinggi. Beberapa kebiasaan yang dianggap sepele namun bisa menjadi penyebab asam lambung naik di antaranya:

  • Makan makanan besar atau berbaring setelah makan
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Makan makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk
  • Ngemil menjelang waktu tidur
  • Makan makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang, atau makanan pedas atau berlemak
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, atau teh
  • Merokok
  • Hamil
  • Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, otot relaxers tertentu, atau obat tekanan darah.

Mengubah Gaya Hidup

Mengobati asam lambung tidak lepas dari usaha untuk memperbaiki pola hidup, antara lain dengan:

Menghindari makanan pemicu dan mengatur porsi makan

GERD dapat dipicu oleh makanan yang mengandung banyak lemak. Makanan berlemak dicerna lebih lama oleh tubuh sehingga lambung memproduksi asam lambung lebih banyak dan berisiko naik ke kerongkongan. Selain itu, hindari kopi, coklat, alkohol, dan makanan pedas karena berisiko membuat katup kerongkongan bagian bawah menjadi rileks sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, usahakan makan dengan porsi kecil namun sering dan kunyah perlahan-lahan.

Hindari kebiasaan yang tidak sehat

Merokok dan kebiasaan langsung berbaring setelah makan merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan tersebut guna mencegah munculnya penyakit asam lambung. Beri jeda waktu setidaknya 3 jam untuk berbaring setelah makan.

Tidak memakai pakaian yang ketat di bagian perut

Hindari mengenakan pakaian yang ketat di bagian perut, karena dapat menekan lambung sehingga menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan dan muntah. Agar lebih aman, gunakanlah pakaian yang longgar.

Tidak melakukan gerakan yang mungkin menekan perut

Tentu saja Anda tetap harus berolahraga agar selalu sehat. Namun, hindari melakukan gerakan yang mungkin memberi tekanan pada lambung, misalnya melompat atau bergoyang-goyang. Waktu olahraga pun harus diperhatikan, jangan melakukannya ketika baru selesai makan. Berikan jeda waktu sekitar 2-4 jam setelah selesai makan.

Tidur yang cukup

Refluks asam lambung dapat terpicu apabila tubuh Anda memproduksi hormon stres akibat kurang tidur. Jangan abaikan kondisi ini karena bisa menimbulkan komplikasi, menyebabkan penyakit menjadi kronis, dan akhirnya dapat menurunkan kualitas serta angka harapan hidup. Perbaiki pola tidur Anda agar waktu tidur dapat tercukupi.

Tidur dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi

Yang harus dilakukan adalah menaikkan posisi tubuh bagian atas agar lebih tinggi dari tubuh bagian bawah. Tubuh bagian atas yang butuh ditinggikan adalah pinggang ke atas. Jika hanya menambahkan bantal di belakang kepala, biasanya tidak efektif.

Bagikan artikel ini ke teman anda aga lebih banyak lagi mengetahui ilmu kesehatan ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *