asam lambung naik kepala pusing

kenapa saat asam lambung naik kepala pusing?
Apa hubungan lambung dan pencernaan dengan sakit kepala?

Mungkin inilah penyebabnya

POTS ( Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome ), adalah kondisi otonom dimana terlalu sedikit jumlah darah yang kembali ke jantung saat bergerak dari posisi berbaring ke posisi berdiri. Gejalanya meliputi: sakit kepala, pusing, jantung berdebar, kelelahan dan masalah pencernaan seperti mual, perut terasa penuh dan pengosongan lambung tertunda.

Selain sakit kepala, masalah lambung menjadi salah satu komplikasi dari penyakit ini. Hal ini terjadi ketika aliran darah yang ke lambung hanya sedikit sehingga penderitanya merasa mual. Di lain waktu, ketika aliran darah ke lambung terlalu banyak, maka yang dirasakan adalah sakit perut yang tajam dan tiba-tiba.

POTS mempengaruhi pria dan wanita secara merata dan umumnya diderita pada usia 15 sampai 50 tahun. Seringkali terjadi segera setelah trauma, operasi besar atau infeksi virus. Namun, setiap orang yang menderita asam lambung naik dan juga sakit kepala, belum tentu karena POTS.

Adakah hubungan asam lambung naik dengan kepala pusing?

Jika bukan disebabkan oleh POTS, ada kemungkinan lain kenapa kepala pusing saat asam lambung naik. Hal ini terkait dengan pencernaan tidak terjadi secara efisien. Hal ini dikemukaan oleh Jitendra Rathod seorang microbiolgist, seperti dikutip dari sepalika.com, ia mengatakan bahwa “penderita GERD umumnya memiliki kadar asam lambung rendah sehingga makanan tidak dicerna dengan baik.

Di sisi lain, makanan difermentasi oleh bakteri Helicobacter Pylori, lalu terbentuklah sejumlah besar gas beracun. Gas ini meningkatkan tekanan di dalam lambung dan menyebabkan kembung. Juga memberi tekanan pada sfingter esofagus (katup antara lambung dan kerongkongan) dan memaksanya untuk membuka, sehingga isi lambung yang asam naik ke dalam kerongkongan, menyebabkan mulas dan dada terasa terbakar.

Gas beracun pun ikut keluar dan memasuki otak melalui indera penciuman. Setelah masuk ke otak, gas ini memberi tekanan pada dinding otak sehingga menyebabkan sakit kepala. Serangan sakit kepala ini berlanjut sampai gas-gas ini dikeluarkan oleh proses tubuh normal.”