radang lambung kronis

radang lambung kronis

radang lambung kronis

Radang lambung kronis Gastritis adalah penyakit pencernaan yang juga bisa disebut radang lambung. Gastritis terjadi ketika lapisan dinding (mukosa) lambung meradang atau membengkak.

Gejala radang lambung kronis g dapat muncul secara mendadak (gastritis akut), atau berlangsung dalam waktu yang lama (gastritis kronis).

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan pengobatan tertentu.

Namun dalam beberapa kasus, penyakit radang lambung dapat berkembang menjadi penyakit GERD (refluks asam lambung) dan bahkan bisa meningkatkan risiko kanker perut.

Seberapa umumkah penyakit radang lambung (gastritis)?

Gastritis adalah kondisi yang umum. Namun, penyakit ini lebih banyak dijumpai pada orang-orang yang sering mengonsumsi obat pereda nyeri seperti aspirin atau ibuprofen dalam jangka panjang.

Penggunaan obat antinyeri dalam jangka panjang yang tidak perlu dapat mengiritasi saluran pencernaan. Efek samping ini disebabkan oleh bahan aktif dari obat yang menghambat enzim COX (siklooksigenase) di lambung.

Enzim COX adalah enzim yang bertanggung jawab terhadap rangsangan nyeri. Namun, enzim COX juga sekaligus bekerja mempertahankan lapisan dinding dalam lambung.

Baca juga : 

mengobati penyakit lambung

Ketika kerja enzim COX terhambat, maka lapisan dinding lambung akan terkikis dengan sendirinya. Hal ini kemudian membuat dinding lambung jadi rentan teriritasi dan luka akibat paparan cairan asam secara terus menerus. Akibatnya, radang dan perdarahan lambung dapat terjadi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, lambung akan berlubang. Dalam kondisi medis, kondisi ini disebut sebagai perforasi lambung.

Selain karena penggunaan obat antinyeri, radang lambung juga umum menyerang pecandu alkohol.

Gejala Tukak Lambung

Gejala yang muncul adalah sakit maag atau nyeri ulu hati. Nyeri tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

Berlangsung dalam hitungan menit hingga jam.
Hilang timbul selama beberapa hari, minggu, atau bulan.
Memburuk di antara waktu makan, saat malam hari, atau pagi-pagi sekali.
Makin parah ketika perut kosong atau tidak terisi makanan.
Reda bila perut diisi makanan atau setelah minum obat sakit maag, tetapi kemudian akan muncul kembali.
Gejala lain yang bisa muncul pada tukak lambung adalah:

  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Sering bersendawa
  • Dada terasa seperti terbakar
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan turun
  • Sulit menarik napas
  • LemaS

Kapan harus ke dokter
Konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala infeksi H. pylori, atau jika mengalami kondisi tertentu yang membuat Anda harus rutin mengonsumsi obat kortikosteroid atau OAINS.

Segeralah pergi ke IGD bila muncul tanda bahaya, seperti:

Perut terasa keras dan sakit bila ditekan.
Nyeri di perut terasa parah dan muncul tiba-tiba.
BAB berwarna hitam atau muntah seperti warna kopi.
Muncul gejala syok, seperti pandangan gelap dan keringat dingin.
Muntah seperti warna kopi atau dan BAB berwarna hitam seperti aspal merupakan tanda perdarahan yang memerlukan penanganan segera.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit gastritis?
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi gastritis akut ataupun kronis yang Anda alami:

Hindari makanan, minuman, dan kebiasaan yang dapat meningkatkan asam lambung
Makan sedikit-sedikit tapi sering
Makan masakan yang matang
Cuci tangan sebelum makan untuk menghindari infeksi
Ikuti arahan dokter, jangan mengonsumsi obat tanpa resep atau berhenti minum obat tanpa izin dokter.
Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit radang lambung (gastritis)?

1. Jangan merokok
Rokok mengandung nikotin yang bisa melemahkan saluran pencernaan. Merokok juga diketahui dapat menyebabkan refluks asam lambung, yang dapat semakin mengiritasi dinding lambung.

Selain rokok, alkohol dan coklat juga memiliki efek yang mirip dengan nikotin.

2. Menerapkan pola makan sehat
Menerapkan pola makan yang lebih sehat dapat membantu Anda meredakan gejalanya sekaligus mencegah radang lambung di kemudian hari. Pola makan yang baik untuk mencegah gastritis dapat meliputi:

  • Makanan dengan kandungan serat tinggi seperti apel, oatmeal, brokoli, wortel, dan kacang-kacangan.
  • Makanan rendah lemak seperti ikan, dada ayam, dan dada kalkun
  • Bersifat basa, seperti sayuran yang direbus.
  • Perbanyak sumber probiotik seperti teh kombucha, yoghurt, kimchi, kefir, dan tempe.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan atau minuman probiotik dapat membantu mengatasi infeksi radang lambung yang disebabkan Helicobacter pylori (H. pylori).

gejala gerd

Gejala gerd – Gastroesophageal reflux disease atau yang akrab disebut GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Kerongkongan bisa dikatakan sebagai sebuah saluran khusus berbentuk tabung, yang menghubungkan mulut dengan perut dan organ pencernaan lain.

Akibatnya, timbul rasa seolah terbakar di dada dan kerongkongan, karena lapisan kerongkongan tersebut mengalami iritasi. Sebenarnya, asam lambung normalnya bisa naik setelah makan, dan hanya terjadi dalam waktu yang cukup singkat alias tidak akan lama.

Jangan khawatir, karena kenaikan asam lambung yang normal tersebut jarang muncul selama Anda tidur. Akan tetapi, kenaikan asam lambung yang sebenarnya normal ini dapat berubah menjadi GERD ketika gejelanya sering muncul.

Misalnya sekitar 2-3 kali atau saat timbul luka pada kerongkongan. Seseorang dinyatakan mengalami GERD ketika mengalami kenaikan asam lambung ring

Apa saja tanda-­tanda dan gejala penyakit GERD?

Gejala utama dari penyakit ini timbul ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas. Alhasil, asam lambung tersebut akan melewati katup kerongkongan yang terbuka.

Kondisi tersebutlah yang kemudian akan membuat kebanyakan orang merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn). Sensasi seperti terbakar atau heartburn akibat GERD adalah munculnya rasa panas atau tidak nyaman di bagian belakang tulang dada.

Hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika Anda selesai makan, sedang berbaring atau membungkuk. Secara garis besarnya, berikut berbagai gejala penyakit GERD:

Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.
Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher.

  • Sakit atau nyeri pada dada.
  • Timbul rasa asam atau pahit di mulut.
  • Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.
  • Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asma.
  • Suara serak.
  • Sakit tenggorokan.

Kemungkinan masih ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda khawatir akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah segera dengan dokter Anda.

5 LANGKAH ATASI GERD

1. Rutin makan sayur, terutama yang mengandung magnesium. Mulai dengan rutin Detox 1 hari setiap minggu atau minum 2 botol jus Naked setiap hari.
2. Kurangi :
– Makanan yang terbuat dari tepung & berlemak seperti kue, daging merah, cokelat, dan mie.
– Kopi
– Makanan pedas + lemon, jeruk, dan tomat
3. Kalau ingin tiduran setelah makan, tunggu sampai 2 jam
4. Posisi duduk tegak dan tidak bungkuk
5. Pakai bantal yang tinggi saat tidur