Apakah penyakit maag itu?

Apakah penyakit maag itu?

Apakah penyakit maag itu? Sebenarnya, tak ada istilah penyakit maag dalam dunia medis. Maag hanyalah istilah yang digunakan masyarakat awam untuk menggambarkan keluhan-keluhan yang disebabkan oleh gangguan pencernaan (indigestion). Misalnya keluhan sakit perut, mual, muntah, dada terasa nyeri seperti terbakar, kembung, begah, dan mulut terasa asam. Maka, maag sendiri sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu.

Apakah penyakit maag itu?

Benarkah semua orang punya maag?

Anggapan bahwa semua orang punya maag itu keliru. Maag bukanlah jaringan atau organ tubuh manusia. Maag juga bukan kondisi yang pasti muncul dan dialami oleh setiap orang. Hanya orang yang memiliki penyakit tertentu seperti penyakit asam lambung dan tukak lambung yang akan menunjukkan gejala yaitu maag.

Namun, banyak orang salah paham dan mengira bahwa maag itu sama dengan asam lambung. Ini karena pada kebanyakan kasus, keluhan maag disebabkan oleh gangguan asam lambung. Asam lambung sendiri adalah enzim yang diproduksi tubuh secara alami. Gunanya adalah mencerna makanan. Kalau Anda kebanyakan asam lambung atau bila asam lambung naik ke kerongkongan, ini akan menyebabkan gejala-gejala yang lebih dikenal dengan sebutan maag.

Berikut ini faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko maag, di antaranya:

1. Infeksi bakteri:

Meskipun infeksi Helicobacter pylori adalah infeksi manusia yang paling sering dialami, namun hanya beberapa orang penderita infeksi yang mengalami gastritis atau gangguan pencernaan bagian atas lainnya. Dokter meyakini penyakit ini rentan oleh bakteri yang dapat diturunkan atau disebabkan oleh gaya hidup, seperti pola makan dan merokok.

2. Usia yang lebih tua:

Orang dewasa yang lebih tua berisiko mengalami maag karena lapisan lambung cenderung mengalami penipisan seiring bertambahnya usia dan lebih mungkin mengalami infeksi H. pylori atau gangguan autoimun.

3. Stres:

Kondidi psikologis juga berisiko mengalami maag akut, seperti halnya stres akibat menjalani operasi, mengalami luka bakar, cedera, atau infeksi parah.

4. Sering menggunakan pereda nyeri:

Obat penghilang rasa sakit yang biasa dikonsumsi di antaranya, aspirin, ibuprofen dan naproxen, yang dapat menyebabkan maag akut dan maag kronis. Jika sering menggunakan pereda rasa sakit atau terlalu banyak, dapat mengurangi zat utama yang membantu menjaga lapisan pelindung perut.

5. Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di perut:

Ini disebut penyakit maag autoimun, yang terjadi saat tubuh menyerang sel-sel pembentuk lapisan perut. Sementara reaksi tersebut bisa hilang pada pelindung perut. Maag autoimun lebih sering terjadi pada orang penderita kelainan autoimun, termasuk penyakit Hashimoto dan diabetes tipe 1. Maag autoimun juga berhubungan dengan defisiensi vitamin B-12.

Gejala Sakit Maag

Sebagian besar sakit maag bersifat ringan dan dapat ditangani tanpa perlu berkonsultasi ke dokter. Tapi, bersegera temui dokter jika sakit maag masi terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala-gejala seperti:

  • Muntah
  • Sulit menelan
  • Nyeri ulu hati
  • Berat badan turun tanpa sebab.

Apakah penyakit maag itu? Sakit maag ringan akan hilang dengan sendirinya. Adapun sakit maag yang parah dapat diatasi dengan obat-obatan seperti antasida, antibiotik dan antidepresan. Terapi seperti meditasi dan relaksasi juga bisa membantu mengatasi sakit maag.

Sakit maag dapat dicegah dengan cara:

  • Makan secara perlahan, dalam porsi yang kecil.
  • Batasi konsumsi makanan pedas dan berlemak.
  • Kurangi minuman berkafein.
  • Hindari obat-obatan yang menyebabkan nyeri lambung.

Sekarang anda sudah tau Apakah penyakit maag itu?, Silahkan share artikel ini, dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *